2) Membuat dan menggalakkan hawker centre semi-permanen yang terorganisir, untuk langkah awal sebulan sekali, lama-lama tiap malam
3) Memodali dan mengorganisir pedagang kerak telor
4) Mengadakan festival Betawi secara rutin di tempat yang berbeda
5) Menggalakkan kesenian Gambang Kromong, Tanjidor, Keroncong, dan Teater serta mengadakan pertunjukan konser kesenian reguler dengan tiket yang murah
6) Revitalisasi kawasan pantai dengan pembangunan promenade / esplanade untuk umum
7) Mengatur pertunjukan Ondel-ondel liar agar tidak mengganggu lalu lintas jalan, dan menyalurkannya untuk event reguler di tempat tertentu
8) Menyediakan lahan khusus untuk demonstrasi
9) Revitalisasi kawasan Chinatown di Glodok dan Mangga Dua
10) Meredam laju pertumbuhan kota mandiri dan menetapkan aturan yang ketat dalam perancangan dan pembangunan kota mandiri
11) Mempertahankan persimpangan jalan yang sudah ada dan menolak pembangunan flyover (underpass lebih dianjurkan)
12) Membuat jalan raya baru untuk memotong Jalan Sudirman dan membuat perempatan yang authentic dengan lampu merah, zebra cross, pedestrian sidewalk, dan warga-warga yang menyebrang
13) Memperbanyak taman kota yang terletak di pusat kota (CBD)
14) Mengarahkan dan membimbing pembangunan kawasan Kemayoran yang masih authentic sebagai pusat aktivitas baru, agar tidak berakhir sebagai kawasan yang membosankan
15) Revitalisasi kawasan Juanda, Pasar Baru, Pecenongan, Harmoni, Gajah Mada Hayam Wuruk, Senen, Cikini, dan Jatinegara sebagai kawasan bersejarah (Heritage Trail)
16) Revitalisasi Kali Ciliwung sebagai urat nadi dan sumber kehidupan Jakarta
17) Membuat peraturan dan ketentuan untuk mengatur design bangunan baru oleh swasta
18) Menggusur bangunan yang tidak pada tempatnya dan menempatkannya di tempat yang seharusnya
Keterangan:
1) membangun dan memperbaiki trotoar di tepian jalan-jalan utama dan mengintegrasikannya dengan seluruh bangunan di tepi jalan, termasuk di antaranya mengalihfungsikan sebagian halaman depan bangunan yang biasa digunakan sebagai lahan pakir menjadi trotoar pejalan kaki.
2) titik-titik hawker centres yang strategis: Pecenongan, Sabang, Jalan Jaksa, Kota Tua, Glodok (Chinatown), Mangga Dua, Mangga Besar, Gajah Mada, Pecenongan, Lapangan Banteng, Monas, Benhil, Blok M, Senen, Jatinegara. Jenis makanan yang disarankan: seafood, Chinese, Javanese, Betawi, Malay, Acehnese, Indian.
6) mengambil sebagian lahan Ancol untuk dijadikan ruang publik (promenade) yang dapat diakses umum.
8) memanfaatkan lahan terbuka yang sudah ada untuk dijadikan tempat demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Lahan dilengkapi lahan parkir bus demonstran (tidak boleh parkir sembarangan di tepi jalan) dan fasilitas teleconference yang terhubung dengan gedung DPR/MPR.
9) memugar bangunan-bangunan di area Chinatown dan mengembalikan fungsi pariwisatanya sebagai pusat aktivitas perdagangan, budaya, dan kuliner warga masyarakat Tionghoa.
10) memberlakukan aturan ketat untuk meredam laju pembangunan kota mandiri yang menjamur, di samping memberlakukan aturan ketat mengenai perancangan kota mandiri.
11) persimpangan sebaiknya dipertahankan sebagai landmark dan pusat / pertemuan kegiatan dan interaksi dalam peradaban masyarakat.
12) dimaksudkan untuk memberi variasi dan kesan yang menyegarkan pada Jalan Sudirman yang lurus-lurus saja dan tidak authentic.
14) mempertahankan Aula Simfonia Jakarta dan memanfaatkan kawasan Kemayoran sebagai pusat bisnis yang baru dengan design street scape yang authentic.
15) mempertahankan bangunan tua bersejarah, merawat dan meneruskan fungsinya.
16) menggusur bangunan-bangunan liar di bantaran kali dan membangun taman pedestrian / waterfront di tepian kali seperti halnya Clarke Quay di Singapura atau minimal seperti di Bogor.
17) design bangunan harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah kota. Bangunan yang akan dibangun juga sebaiknya terintegrasi dengan pedestrian sidewalk dengan pintu utama yang tidak terpisah dari area sidewalk (misalnya karena adanya lobby drop-off).
18) antara lain: menggusur rumah-rumah liar beratap jingga dan berlumut yang tidak beraturan yang terletak di sela-sela gedung pencakar langit.
Contoh street scape di berbagai kota
Bangkok, Thailand
Singapura
Kuala Lumpur, Malaysia
Manila, Filipina
Pekanbaru, Riau
Bandung, Jabar
Surabaya, Jatim
Tanjung Pinang, Kepri
Batam, Kepri
Medan, Sumut
Banda Aceh, NAD
Pekanbaru, Riau
Surabaya, Jatim
Semarang, Jateng
Kuala Lumpur, Malaysia
Penang, Malaysia
Kuching, Malaysia
Singapura
Contoh promenade / esplanade di berbagai kota
Doha, Qatar
Baku, Azerbaijan
Contoh Chinatown di berbagai kota
Surabaya, Jatim
Selatpanjang, Riau
Pekanbaru, Riau
Bagansiapiapi, Riau
Singkawang, Kalbar
Penang, Malaysia
Melaka, Malaysia
Kuching, Malaysia
Kota Kinabalu, Malaysia
Contoh persimpangan authentic di berbagai kota
Medan, Sumut
Bandung, Jabar
Bangkok, Thailand
Kuala Lumpur, Malaysia
Penang, Malaysia
Singapura
Manila, Filipina
Contoh bangunan bersejarah yang sebaiknya dipertahankan dan dirawat
Contoh riverside di beberapa kota
Singapura
Kuching, Malaysia
Melaka, Malaysia
San Antonio, USA
Contoh design bangunan yang tidak dianjurkan
Contoh design bangunan yang lebih dianjurkan
Contoh rumah-rumah yang terletak tidak pada tempatnya yang memenuhi lahan di Jakarta sehingga mengurangi keindahan pemandangan




























































































